Kemarin saya bersama dua orang teman saya mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil inovasi yang kami bikin di sebuah lomba yang diadakan di Hotel X di Jakarta. Kebetulan karena kami harus ujian dulu kami meminta ijin kepada panitia untuk datang telat , Selesai ujian Kami bertiga naik taksi kesananya ,,
Pas registrasi….
Saya lagi ngisi formulir , seorang panitia bilang “Juniornya Gayus ya ??”“Hmmmm …. iya pak “
“Mau kayak gayus “,tandas orang itu
“Jangan sampai pak” , kata saya…
Setelah selesai registrasi , saya ke tempat saya dan mencoba untuk tetap tenang ( sedikit mangkel juga kalo kami anak STAN selalu disamakan dengan si GAYUS ).
Yah dari pada harus sewot gara-gara ucapan bapak tadi, mendingan kami mempersiapkan presentasi yang sedianya kami ada diurutan ketiga…
Pas Presentasikami masuk ruangan , disitu ada empat orang dewan juri , yang pertama guru besar UNNES , kedua adalah guru besar UNY , yang dua lainya lupa dari mana….
Ketika kami mulai berjalan ke meja kami , mereka dengan nada yang cukup kompak. . . “Wah…ini temen-temennya gayus ya”….
Terus temen saya bilang “Bukan temenya pak…Tapi adik kelasnya”
“Hahhahaha….iya bener…bener…” Para dewan juri pun sedikit ketawa. ( apanya yang lucu coba??? )
“Mau jadi kaya Gayus….?” Kata seorang dewan juri
“Jangan sampai pak ..” Kata kami kompak
Yaudah kami langsung presentasi , dan alhamdulillah diberi kelancaran….
…..
Sampai saat ini saya masih heran sendiri , sebenernya apa kaitanya almamater dengan tindak tanduk salah satu alumninya… Gayus memang alumni STAN . Tapi bukan berarti anak STAN itu akan menjadi seperti Gayus kan….
dan kenapa cuma Gayus yang dikaitkan dengan almamaternya ?
Yang Nyogok si Gayus . . .yang dari Universitas ini , Universitas itu….. Kenapa gak juga dibawa-bawa??
Bukankah sama bejatnya antara yang nyuap dan yang disuap…??
Kalau gak ada yang nyuap juga , si gayus pasti nggak bakalan korup…
Cukuplah mengaitkan gayus dengan nama STAN , karena tidak adil….
Karena memang gak ada hubungannya….
Kalau melihat yang , lain sebenernya yang korup itu bukan dari STAN doang . . .dari univesitas ini itu… instistut ini itu…. banyak lah pokoknya
Coba dipikir….
Seorang Prof. X yang korupsi kenapa gak pernah dikaitkan dengan almamaternya..?
Pejabat , Gubernur yang korup yang jelas-jelas bukan orang STAN kenapa gak pernah diekspos?
Apa ini pertanda bahwa ada orang-orang yang sinis sama STAN ??
Yang Jelas , kami masih punya idealisme…
Bapak – bapak , ibu – ibu , saudara – saudara …..
Memang Gayus pernah belajar di kampus dimana saya juga belajar disitu . . .
Tapi sumpah mati kami tidak pernah diajari untuk melakukan tindakan sehina itu…
Masalah seperti korupsi adalah masalah serius negara ini
Yang Jelas …
Kami ingin menjadi solusi bangsa ini , dan kami meminta anda sekalian untuk mendukung kami…
Berikanlah solusi , bukan mengolok-olok sinis pada kami…
Atau kalau anda merasa adalah orang baik yang anti korup, ( yang lebih baik dari kami …)
Gantikanlah posisi kami , masuklah ke kementrian keuangan ( DJP, DJBC dll).
Rubahlah menjadi lebih baik….
Kalau anda tidak mau , itu berarti bahwa anda membiarkan tempat tersebut terisi oleh orang yang tidak baik…

Gayus Tambunan ….
21 August 2010 at 10:58 |
wah wah wah
masak langsung dianya pingin kek gayus yaw
aku mengikuti brevet pajak a b dan c
tidak mau mengikuti gayus kok
hehehe
21 August 2010 at 17:08 |
widih orang pajak juga ya?
21 August 2010 at 12:35 |
Itu panitia, orang berpendidikan nggak ya, di ajari sopan santun nggak ya. gmn kalo di balik, seandainya dia di judge seperti itu.
21 August 2010 at 17:08 |
saya juga bisa sebenernya menyerang balik , tapi kalau saya lakukan itu artinya saya sama saja seperti dia
24 August 2010 at 14:50
maksudku bkn membalasnya/menyerang balik, Sob…
maksudku, apa mereka tidak berfikir, jika mereka sendiri digituin….
21 August 2010 at 13:47 |
Ok, dech bukan GAyus tp Jayus…..he he he
bercanda, ^_^V piss…
Justifikasi kaya gitu mah udah biasa, saya gak heran dimana-mana dan menimpah siapa saja
Salam damai
21 August 2010 at 17:07 |
heheh salam damai juga…..
22 August 2010 at 04:38 |
selamat berjuang sobat…
22 August 2010 at 09:50 |
thanks om…
22 August 2010 at 09:18 |
Saya setuju, bukan berarti boleh mengolok-olok kayak gt ya? meskipun sama-sama STAN, belum tentu yang sekolah disana yang lain juga kayak begitu! perlu di peringatkan yang kayak begitu!
Bali Villas Bali Villa
22 August 2010 at 09:32 |
karena ulah seorang oknum, civitas jadi kebawa-bawa y? bener2 ga adil ini mah. jangan terlalu diambil hati bro, yang penting dari dalam hati,
“Kita ga akan seperti si Gayus”.
Lanjuuuut.
22 August 2010 at 09:46 |
tarik mang !
22 August 2010 at 22:21 |
hehe STAN jadi kambing hitam
kasian juga jadi institusinya yang kena imbas ^^
semangat terusss
23 August 2010 at 05:19 |
yoi brooo
23 August 2010 at 10:35 |
gara gara nila setitik rusak susu sebelanga. Bener² yah gayus..
23 August 2010 at 21:48 |
haha iya nih mas…
23 August 2010 at 13:37 |
Astaghfirullah, menyedihkan sekali para dewan juri tersebut. Alhamdulillah, kamu bisa menahan diri dan menyikapinya dengan benar.
23 August 2010 at 21:47 |
makasih mas kunjuganya
24 August 2010 at 05:13 |
Wah, ini mungkin para juri takut karena kedudukannya akan tergantikan oleh orang-orang seperti Anda. Siapa tahu setelah Anda nanti berada di atas, justru orang-orang yang saat ini jadi juri malah jadi tersangka koruptor, gak mustahil tu. Seorang juri yang seharusnya menjadi teladan, dari guyonannya saja sudah gak bermutu. Tetap semangat mas, gak usah dipikir tu yuri, yang penting tetap punya idealisme untuk memberantar kosupsi, Hidup mahasiswa STAN,….peserta didik saya juga saya harapkan masuk STAN kalau mau jadi orang pintar.
25 August 2010 at 22:04 |
makasih supportnya pak… saya tunggu peserta didik bapak di kampus saya, calon-calon reformis
24 August 2010 at 10:45 |
masukan mas..
kalo begitu buatlah komunitas anti korupsi di jajaran alumni STAN dan juga di di jajaran siswanya sendiri agar membuktikan bahwa STAN tidaklah seperti yang kebanykan orang bayangkan..
25 August 2010 at 22:02 |
bagus masukanya… sudah ada beberapa komunitas yang mengarah kesitu… hanya saja belum terlalu di ekspos ke publik.
4 September 2010 at 23:26 |
gara-gara nila setitik rusak susu sebelangga
5 September 2010 at 05:35 |
itu anggapan para pencuriga,
7 September 2010 at 21:28 |
Bersabarlah, orang yg berkata seperti itu dan tidak pada tempatnya itu orang yang berpikiran sempit.
8 September 2010 at 06:35 |
betul betul betul…
13 September 2010 at 23:04 |
ya seperti itulah…
kalau ada kejelekan diingatnya setengah mati,
kalau ada prestasi dilupakannya setengah mati..
30 September 2010 at 01:56 |
mendadak jadi terkenal dech si gayus hehehe….
23 October 2010 at 22:19 |
nasib menjadi anak stan.:-)
tapi dosen selalu ngasih wejangan kok:
“kalian tidak boleh jadi kayak Gayus, kalau perlu jadi pembasmi Gayus.”
24 October 2010 at 11:27 |
iya mas farcham… makasih kunjungannya ya
31 October 2010 at 05:45 |
Koq nama sekolahnya yah yang dibawa-bawa… kenapa bukan oknum aja yang salahkan ?