Jari-jarinya tidak bisa lepas dari memencet tombol-tombol di ponselnya. Memang ponsel seperti representasi dari orang kedua yang diajaknya bercengkrama. Sehingga ia dapat tersenyum , tertawa bahkan kesal sendiri ketika membaca sebuah pesan dari ponselnya itu.
Bagi mereka yang melihatnya mungkin penasaran , sebenarnya ada apa dengan dirinya ? apakah yang dibacanya ? Bisa jadi keseriusan yang dibumbui ekspresi yang sangat berlebih akhirnya mengabaikan kondisi sekitarnya sehingga secara tidak langsung menggangu kenyamanan orang yang berada disampingnya…
Kita telah sama-sama menyadari bahwa berSMS ria itu sebenarnya membuang waktu , ketika kita membutuhkan waktu untuk berkomunikasi serius . Apa lebih enak kita bertemu langsung ? Bukan begitu , Sayang ?
Tangerang Selatan,8 April 2011